First: Introduce

34-copy

poster by tanomioo @ Indo Fanfiction Arts

megsmuggle present

Fiance

First: Introduce

Cho Kyuhyun [SJ] X Choi Sooyoung [GG]

Kwon Yuri [GG], Choi Siwon [SJ], Choi Soojin

“Lebih baik menjadi obat nyamuk dari pada ketahuan oleh calon tunangan mu kan?”

Unnie, gantikan aku ya… kumohoon” Sooyoung menangkupkan tangannya dengan nada memelas

“Ya ampun Soo, aku juga seumuran mu saat ditunangkan dengan dia” Soojin menggeleng-gelengkan kepalanya

“Tapi aku kan bukan Unnie, kita kan berbeda” Sooyoung memelas “gantikan aku ya? Sekali ini sajaa” Sooyoung mengacungkan jari telunjuknya.

Soojin menghela nafasnya “Baiklah, hanya sekali ini saja. Tidak untuk yang kedua kalinya. Oke?” Sooyoung mengangguk cepat.

“Terimakasih Unnie! Kau memang kakak terbaik!” Sooyoung memeluk Soojin erat,

“Sudah ya, aku akan menemui Yuri, bye!” Sooyoung mengambil sneakernya dan pergi secepat kilat.

Soojin melongo “Jadi… dia meninggalkan kencan dengan calon tunangannya karena… Yuri?” Soojin tersadar lalu menutup mulutnya yang sudah terbuka lebar.

“Sudahlah, sekarang aku harus mencari baju untuk kencan dengan calon tunangan Sooyoung dua jam lagi.” Soojin memasuki kamarnya dengan lunglai.

 

 

“Aku terlambat ya?” Sooyoung menghampiri Yuri dengan nafas tersengal-sengal, menarik kursi di hadapan Yuri dan mendudukkan dirinya.

Yuri menatap Sooyoung datar “Kau mau pesan apa?”

“Banana milkshake saja” Yuri mengangkat tangannya, membuat seorang pelayan datang dengan senyum kelewat lebarnya

“Kau tak lapar”

“Tidak.” Sooyoung menggeleng mantap

“Tapi aku iya.” Sooyoung memutar bola matanya malas

“Yasudah pesan saja”

“Bagaimana jika kita pesan spaghetti carbonara dan lasagna”

“Terserah kau saja, kan kau yang lapar”

Yuri memberikan pesanannya kepada pelayan itu, si pelayan tersenyum lalu meninggalkan meja tempat Sooyoung dan Yuri duduk.

“Tapi kau yang bayar ya” Yuri menatap Sooyoung sambil tersenyum manis

“Apa?”

“Kau yang bayar”

“Kenapa jadi aku yang bayar?” Sooyoung bertanya sengit

“Karena kau telat.” Yuri mendelik “Sudahlah, kau kan jarang mentraktir aku, ya?” Yuri tersenyum manis. Senyum pemaksaan bagi Sooyoung.

Sooyoung menghela nafasnya, pasrah dengan permintaan Yuri.

Sudahlah, sekali-kali berbuat baik pada temanmu, bisa saja hal baik terjadi karena aku mentraktir Yuri ‘kan?

 

 

Tuh ‘kan, kau juga lapar” Yuri menopang dagunya dengan tangan kanannya

“Kan sayang kalau aku bayar tapi tak aku makan” Sooyoung menyuapkan suapan terakhirnya “Ah, kenyang kenyang” Sooyoung mengusap perutnya riang.

“Huh, dasar. Kau makan lebih banyak dari aku tau”

Sooyoung tersenyum tanpa rasa bersalah “kan aku yang bayar” Yuri memutar bola matanya malas.

“Jadi siapa yang kita –kau tunggu?” Sooyoung menyandarkan badannya lelah.

Yuri menatap Sooyoung bingung “memangnya kita menunggu siapa?”

Giliran Sooyoung yang memutar bola matanya “hei, sudah jelas kau sedang menunggu seseorang. Aku sudah datang 45 menit yang lalu, yang artinya kau sudah duduk disini selama 1 jam. Jadi apa yang sebenarnya kau tunggu, ah bukan, siapa sebenarnya yang kau tunggu? Setahuku Kwon Yuri tidak tahan menunggu lama”

Yuri tersenyum malu “aku tidak menunggu siapa-siapa kok, sungguh. Hanya saja, sesuai rencana awal, kita ‘kan ingin bermain di taman bermain, namun sekarang hujan. Jadi kupikir lebih baik menunggu di kafe ini ‘kan? Lagipula suasananya nyaman” Yuri mengedarkan pandangannya.

Sooyoung menatap Yuri malas “kau tau hujannya baru mulai 5 menit yang lalu, dan ini hanya gerimis Yul. Ya ampun, sejak kapan kau sensitif dengan air hujan, apalagi gerimis seperti ini. Kebohonganmu terlalu jelas, Yul” Sooyoung menatap Yuri tepat di matanya. Yuri tertawa garing , cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke panggung yang berjarak lima meja dari meja mereka.

Oh, Sooyoung baru sadar ada panggung di kafe itu.

Sooyoung melirik jam tangannya. Jam 6 lewat 15 menit. Sooyoung menghela nafasnya berat,

“Yul, aku ke toilet dulu” Yuri mengangguk mengiyakan sambil merlirik jam tangannya juga.

Sooyoung mengambil ponselnya dan berjalan cepat ke toilet wanita. Ia membuka kontak dan mencari nama “Oppa”. Cepat-cepat ia tekan tombol hijau, terdengar nada sambung.

“Ayolah Oppa, angkat” Sooyoung menggigiti kuku jarinya gelisah. Suara operator yang ramah terdengar menyebalkan di telinga Sooyoung. Ia melirik jam tangannya lagi, mengapa tidak diangkat sih?

“Halo?”

Oppa!” Sooyoung berteriak lega

Oh, Youngie-ah! Ada apa?” tanya lawan bicaranya tenang

“ehm, begini… aku sedang ada janji dengan temanku sekarang, dan kurasa aku tak akan sempat menontonmu. Eh, karena temanku tak ingin kutinggal” Sooyoung menjelaskan langsung sebelum lawan bicaranya memotong

“Maafkan aku Oppa, aku tak menyangkan acaranya akan sampai semalam ini” Sooyoung melanjutkan dengan rasa bersalah. Sooyoung memang berjani akan menonton “Oppa”nya, tapi ternyata Yuri masih belum memulai acara perkenalannya.

“Soojin Noona tak akan datang juga?” terdengar nada sedih dari seberang sana

“Eh, Soojin?” “Oppa”nya mengundan Soojin juga

“Ya, Soojin Noona, dia tak bisa datang juga?”

“Eh, ya, em… Soojin ada urusan juga, dia sedang… berkencan! Ya dia sedang ada kencan” Sooyoung menjelaskan dengan gugup.

“Dengan Tae Woo Hyung?”

“Buk—ya! Dengan calon kakak iparku tentu saja! Memangya dia akan kencan dengan siapa lagi? Hahaha” Sooyoung tertawa gugup

“Hei, sudah kubilang tak apa ‘kan? Kenapa kau jadi takut begitu?” “Oppa”nya tertawa

“Takut? Siapa? Aku? Mungkin hanya perasaanmu saja” Sooyoung ikut tertawa, garing.

“Ah, kau akan terlambat nanti. Semangat tampil Oppa! Fighting! Kututup ya? Dadah” Sooyoung cepat-cepat mengakhiri percakapan, ia mengelap keringat dingin di dahinya.

Memang kentara sekali ya kalau aku ketakutan?

 

 

“Kau lama sekali di toilet, kau buang air besar ya?” Yuri langsung menuduh saat Sooyoung baru saja akan duduk di kursinya

“Tidaklah! Sooyoung membela diri “aku habis menelpon seseorang. Karena kau aku jadi membatalkan janjiku dengannya” ujar Sooyoung kesal

“Kok aku? Kan kau sudah berjanji padaku akan menemaniku hari ini” Yuri balik membela diri.

“Kukira tak akan sampai semalam ini!”

“Tap—“

“Selamat malam semua” seseorang dengan celana hitam dan kemeja bergarisnya menyapa, menginterupsi perdebatan mereka. Sooyoung menolehkan kepalanya tanpa minat ke arah panggung, melihat apa yang pria dengan kemeja bergaris itu lakukan sebentar, lalu mengalihkan pandangannya lagi pada Yuri yang sedang tersenyum senang.

Tunggu, tersenyum senang?!

“Sudah mulai Soo! Nanti akan kuperkenalkan dia padamu.” Yuri mulai berkonsentrasi dengan panggung kafe.

“Dia siapa?” Yuri menunjuk panggung bersamaan dengan tepuk tangan yang meriah dari pengunjung kafe.

Sooyoung kembali menolehkan kepalanya ke arah panggung, ia membelalakkan matanya saat melihat “Oppa”nya disan, memegang mic dan sedang bersiap untuk menyanyi.

“Oppa?!” Sooyoung berseru kaget

“Eh, kau mengenalnya?” Yuri menatap Sooyoung meminta penjelasan

“Dia yang seharusnya ku temui malam ini. Yah, untung saja konsernya berlangsung disini.” Sooyoung tersenyum lega.

Yuri hanya ber “oh” ria, lalu kembali fokus pada nyanyian “Oppa”nya Sooyoung. Sooyoung mengikuti Yuri, mulai terhanyut dengan suara “Oppa”nya.

 

“Dia akan menyanyikan berapa lagu?”

“Tiga. Jadi ini lagu terakhir yang akan dinyanyikannya” Yuri meneguk minumannya. Sooyoung mengangguk paham. Ia mengalihkan kembali perhatiannya ke panggung, tersenyum senang melihat “Oppa”nya menyanyi dengan sepenuh hati.

Kling!

Bunyi bel pintu kafe yang terbuka membuat Sooyoung mengalihkan perhatiannya sebentar, melihat siapa yang baru saja masuk ke kafe.

Dan seketika senyumnya luntur.

Itu kakaknya Soojin sedang bersama seorang pria.

Yang berarti pria itu adalah calon tunangannya.

“Kenapa?!” Sooyoung berteriak membuat Yuri mengeluarkan lirikan mautnya.

“Kau kenapa sih? Jangan malu-maluin!” Yuri memukul lengan Sooyoung.

“Aduh!” Sooyoung mengaduh kesakitan. Sadar jika dia menjadi pusat perhatian, Sooyoung menundukkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf. Sooyoung menjatuhkan kepalanya ke atas meja, menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah.

Beberapa detik kemudian, setelah yakin Soojin sudah mendaoatkan meja, dan mungkin sekarang sedang melihat menu, Sooyoung mengangkat kepalanya, mencari tempat dimana kakaknya itu duduk.

“Ya ampun, kenapa juga kencannya harus di kafe ini sih? Bukankah biasanya dinner itu di restoran Prancis atau Italia? Bukan di kafe anak muda seperti ini!” Sooyoung menggerutu kesal sambil terus mencari

“Ah, itu meja mereka” Sooyoung menemukan Soojin dan calon tunangannya sedang duduk di dekat panggung.

Mereka memberika pesanannya pada pelayan, setelah pelayan itu pergi, Soojin mengajak calon tunangannya berbincang –berbasa-basi menurut Sooyoung. Mungkin mereka saling menanyakan nama –oh bodoh, perjodohan ini sungguh tidak masuk akal. Mereka bahkan belum pernah bertemu sekali pun.

“Ya, terima kasih Siwon-ssi atas penampilan yang sangat menyentuh hati.” Pria dengan kemeja bergaris itu menutup penampilan “Oppa” Sooyoung. Hei, kenapa jatah menyanyinya hanya tiga lagu sih?

Yuri mengangkat tangannya dan “Oppa” Sooyoung tersenyum saat melihat Yuri –dan mungkin Sooyoung yang sedang menatapnya senang.

Sooyoung menyunggingkan senyumnya, baru saja ia akan memanggil “Oppa!”, namun secara cepat ia tutup kembali mulutnya yang sudah membentuk huruf “O”.

Siwon melihat Soojin! Oh , ya, jelas sekali akan terlihat karena jarak meja Soojin dan panggung sangat dekat.

Gawat!

Alarm telah dinyalakan saat Siwon memanggil nama kakaknya heran,

“Soojin Noona?”

Oh, Sooyoung harap dia mempunyai alat untuk membuat para lelaki peka.

 

“Soojin Noona?” Siwon mengernyitkan dahinya bingung.

Soojin gelagapan “Oh, Op-oppa! Lama tidak bertemu! Apa karena saking lamanya kita tidak bertemu, aku menjadi semakin mirip dengan Unnie sekarang?” Soojin tergagap.

“Hah? Maksud Noona apa?”

“Ah kenalkan, dia Siwon sepupuku.” Soojin menepuk lengan calon tunangan Sooyoung. Siwon mengalihkan pandangan matanya dari Soojin ke calon tunangan Sooyoung, dan seketika matanya membulat kaget. Siwon pasti sadar jika lelaki yang sedang bersama Soojin bukan Tae Woo.

Situasi ini parah.

“Kyuhyun?!”

“Siwon?!”

Lebih parah lagi, ternyata mereka saling mengenal.

 

Sooyoung cepat-cepat menekan kontak dan mencari nama “Oppa”nya. Siwon meraba saku celananya dan mengeluarkan ponselnya, menatap meja Sooyoung dengan tatapan bingung. Dengan kode matanya, Sooyoung memerintah Siwon untuk mengangkat teleponnya.

“Ah sebentar, aku ada telepon” Siwon menjauhi meja Soojin.

“Apa?” Siwon bertanya tanpa nada bersalah.

“Cepat kesini, ucapkan selamat tinggal pada mereka dan jangan cari gara-gara” ancam Sooyoung.

Siwon mengangkat bahunya “Kau kabur ya?”

“Ya ampun, kita lakukan nanti saja sesi tanya jawabnya bisa ‘kan? Pokoknya, cepat kesini, dan jangan lupa pasang ekspresi se natural mungkin!” Sooyoung memelototkan matanya.

Siwon terkekeh lalu menutup sambungan teleponnya. Mengangkat jempolnya lalu kembali kemeja Soojin dan calon tunangan Sooyoung dengan tampang kagetnya.

“Tak kusangka akan bertemu denganmu disini Kyu! Kenapa kau pindah ke Seoul?”

“Karena Ayahku.” Calon tunangan Sooyoung menjawab dengan wajah muram.

“Heij, jangan sedih begitu. Kau beruntung pindah ke Seoul dan berkencan dengan wanita tercantik yang penah kukenal!” Siwon tersenyum menggoda calon tunangan Sooyoung. Sooyoung yang mencuri dengar, menatap jijik Siwon. Dasar tukang gombal!

“Kau mengenalnya?” calon tunangan Sooyoung bertanya kaget

“Dia kakak kelasku dulu,” Siwon mengangkat bahunya acuh. Sedetik kemudian, ia seperti teringat sesuatu “ah, hanya berbeda satu tahun denganku kok” Siwon melanjutkan canggung.

“Sudah ya, aku pergi. Selamat berkencan Kyu!” Siwon tertawa sementara calon tunangan Sooyoung hanya memandangnya kesal, dan Soojin hanya tersenyum salah tingkah.

 

“Kau berhutang padaku Choi” ujar Siwon setelah berpelukan singkat dengan Yuri

“Kalau kau lebih peka sedikiit saja dari awal, hal ini tidak akan terjadi.” Sooyoung mendelik kesal. Siwon tertawa.

“Omong-omong, kalian sudah saling kenal?” Sooyoung meneguk minumannya acuh. Siwon memang terkenal dan tampan, Yuri juga terkenal dan cantik, jadi Sooyoung tidak terlalu terkejut jika mereka sudah saling mengenal.

“Kami bahkan berpacaran Soo” Yuri mencubit pipi Siwon.

Byur!

Minuman dari mulut Sooyoung meluncur bebas keluar.

“Kau jorok” Yuri menatap jijik minuman dari mulut Sooyoung.

“Dia memang tidak pernah bersih” Siwon membersihkan kemejanya dengan sapu tangan, lalu menawarkannya pada Yuri.

“Kau?” Sooyoung menunjuk Yuri “tu-tunggu, kenapa bisa? Sejak kapan?” tanya Sooyoung dengan ekspresi kagetnya

“5 hari yang lalu” Yuri menjawab kalem.

Sooyoung ternganga “Dan kalian tidak memberi tahuku? Sahabat macam apa kalian?!” Sooyoung berseru kesal.

“Sekarang ‘kan sudah tahu. Jangan di besar-besarkan ah.” Siwon menjawab tak kalah datarnya dengan Yuri. Mereka ini memang…

“Terserah kalian. Aku mau pulang saja, daripada menjadi obat nyamuk disini”

“Lebih baik menjadi obat nyamuk daripada ketahuan oleh calon tunanganmu ‘kan?”

Sialan.

“Biarkan saja, nanti kalau ketahuan juga yang repot dia ‘kan? Bisa saja tanggal pernikahannya dipercepat.” Yuri tertawa diikuti Siwon.

“Bagus, tertawa diatas penderitaan sahabatnya adalah sikap yang sangat dan wajib ditiru” Sooyoung berkata sarkatis.

“Hei, jangan marah begitu Youngie-ah”

“Ya, jangan marah-marah Soo, nanti kau akan menjadi nenek di umur 20.” Dan mereka kembali tertawa.

Oh Tuhan, bolehkah aku menusuk mereka sekarang? Sooyoung mengacak rambutnya kesal.

 

Sooyoung bersyukur karena dia tidak benar-benar menjadi obat nyamuk. Mereka mengobrol dan tertawa bersama. Sooyoung memang sudah lama tidak bertemu dengan “Oppa”nya itu karena Siwon tinggal di Busan.

“Oh ya, kau izin berapa hari?” Sooyoung teringat

“Izin? Untuk?” Siwon menatap sepupunya bingung

“kau pura-pura bodoh atau memang bodoh?”

“Dia pintar!” Yuri membela.

Sooyoung memutar bola matanya “Aku lupa kalian sekarang berpacarn. Dasar pasangan baru” Sooyoung mengejek “Serius Siwon, kau izin berapa hari?”

“Hei aku juga serius Young. Aku izin untuk siapa sih?”

“Tentu saja izin ke sekolah! Memangnya kau seorang –eh, jangan bilang kau di skors?!” Sooyoung baru tersadar kalau sepupunya itu jail tiada duanya.

“Tidak mungkin lah aku langsung di skors di hari pertama aku sekolah.”

“Oh ya, kau benar. Tidak mungkin ya…” Sooyoung mengangguk-anggukan kepalanya “hari pertama sekolah?! Kau kena drop out?!”

“Dia sepupumu?”

“Dia temanmu?” Yuri dan Siwon bertanya bersamaan.

Gelengan tegas yang juga bersamaan membuat Sooyoung benar-benar menjadi obat nyamuk malam itu.

 

 

“Sooyoung! Cepat berangkat!” Moon Sohee –ibunya Sooyoung berteriak dari dapur

“Aku akan berangkat dengan Soojin, Ma!” Sooyoung menjawab tak kalah kencang

“Dasar perempuan, sudah tahu suaranya melengking masih saja teriak-teriak” Choi Jungnam –ayah Sooyoung mendelik “kau juga cepat berangkat Sooyoung” Jungnam melirik jam dinding.

“Hehe, aku akan pergi dengan Soojin, Pa. Sudah terlanjur telat” Sooyoung memasukkan kotak bekalnya. “Lihat Soojin Pa?”

“Lihat.”

“Dimana?”

“Kemarin.” Sooyoung menatap ayahnya malas. Mulai lagi candaan ayahnya ini di waktu yang tidak tepat.

“Soo, ayo berangkat!” Soojin yang entah dari mana muncul lengkap dengan dandanannya

“Aku mencarimu dari tadi! Kau tidak sarapan dulu?” Sooyoung mengambil sepatunya

“Sudah. Buah dan air putih.” Jawab Soojin enteng.

Sooyoung menatap Soojin terkesima “Lagi? Perasaan semalam kau juga makannya sedikit”

“Aku merasa gemuk” Sooyoung memutar bola matanya jengah. Dia ini merendah untuk meninggi ya? “terserah kau.”

“Ma, Pa, aku berangkat! Doakan aku agar tidak terlambat sampai di sekolah ya!”

“Terserah.” Jungnam dan Sohee berseru malas.

 

“Soojin, aku yang menyetir ya? Hm?”

“Ti-dak.”

Unnie… sekali saja”

Soojin melirik Sooyoung malas “Sekali saja terus seumur hidupmu.”

Unnie… Unnie terbaik sedunia!” Soojin menggelengkan kepalanya

“Sudah baik cantiiik lagi”

“Tak akan mempan”

“Pacar terbaik untuk Tae Woo Oppa

“Tidak mempan Soo” Sooyoung menggerutu

“Ku beri tahu Tae Woo kalau kau tidak mengangkat teleponnya karena sedang menonton Jong Woon” Sooyoung berkata datar sambil mengeluarkan ponselnya

“Ke-kenapa kau bisa tahu?!” Soojin menatap nyalang Sooyoung

“Jangan bilang kau tak tahu aku memasang CCTV di kamarmu”

“Kau memasangnya?!” Sooyoung mengangguk

“Aku yang menyetir atau semua CD Jong Woon hilang”

“Aku bisa mengunduhnya lagi nanti” Soojin mengangkat bahunya acuh

“Oke. Keputusanmu.” Sooyoung mendekatkan ponsel ke telinganya “Tae Woo Oppa~ ini Sooyoung, waktu itu Unnie tidak –“

“Kau yang menyetir!”

“Kau memang kakak terbaik sedunia!”

Soojin meminggirkan mobilnya dan dengan senang hati Sooyoung melompat ke kursi pengemudi.

Brak!

Soojin menutup pintu dengan kencang. “Cepat jalankan. Nanti kau terlambat”

“Tak apa, aku memang sudah terlambat, jadi kita santai saja” Soojin menggertutu mendengar jawaban Sooyoung.

“Kau memang kakak terbaik sedunia. Daebak!” Sooyoung mengankat ibu jarinya “Sekaligus kakak terbodoh sedunia. Daebak.” Sooyoung tertawa puas.

“Ap—“

“Sudah jelas aku tak mungkin memasang CCTV di kamarmu kan? Untuk apa coba aku memasangnya?” Sooyoung menekan gas mobil “dan kau percaya saja lagi. Aku juga tidak menelpon Tae Woo tadi” Sooyoung terbahak lagi

“Aku tidak yakin aku yang terlalu jenius atau kau yang terlalu gampang dibodohi”

“HAHA. Lucu Soo” Soojin mendelik sementara Sooyoung tertawa lebih kencang.

“Aduh, sudah ah, perutku sakit.” Sooyoung membelokkan mobilnya “sebentar lagi sampai!”

Soojin memandang jalanan di depannya. Saat melihat tulisan Seoul High School II Soojin teringat sesuatu,

“Eh, Soo, kau sekolahnya di Seoul High School II ya?” Sooyoung menatap Soojin bingung, lalu menganggukkan kepalanya.

“Memangnya kenapa?”

“Aku seperti melupakan sesuatu yang penting dari pertemuan kemarin, tunggu ku ingat-ingat dulu.”

“Pertemuan dengan calon tunanganku?” Sooyoung meminggirkan mobilnya “sudah sampai nih, cepat ingat-ingat!”

“Sebentar, sebentar. Jangan memaksaku” Soojin berkata panik. Sooyoung melihat jam tangannya, ia sudah terlambat 10 menit.

“Ayolah Soojin, kau kan pintar jadi cepat ingat-ingat! Aku harus masuk sekolah” Sooyoung menatap penjaga gerbang yang sudah bersiap menutup pintu gerbang.

Tiba-tiba Sooyoung tersadar, ia menatap Soojin horor “Hei, jangan bilang dia bersekolah disini?!”

“Sepertinya iya Soo.”

 

tbc.

Udah? Gitu doang?

Iya, gitu doang. Maafiiinn :((

Maafin lama dan pendek :((

Sebetulnya udah jadi chapter 1 nya di buku, tapi ternyata ngetiknya lama HAHA.

Niatnya kemarin mau aku publish, tapi gak jadi karena kemarin aku baru pulang ke rumah jam 6 magrib, anak malem HAHA.

Maafin juga disini bener-bener kayak cuma pengenalannya doang, bosenin pasti.

Chapter 2 nya udah OTW (oke tungguan weh) kok! mudah-mudahan minggu depan atau paling cepet 3-4 hari lagi aku publish 😉

Aku minta reviewnya yak, kawanku semuah :*

 

 

Advertisements

6 thoughts on “First: Introduce

  1. Nah aku agak bingung nih. Jadi si sooyoung sama soojin satu sekolah? Kalo kyu gimana? Aduh genre sekolah”an akuh suka anett. Wkwwkwk. Nextnya udah ada belum ya? Mau cek dulu haha. Lanjutt

    Like

  2. yg ak kira (komen kmrn di teaser ff ini) sangat beda banget thorr ^^” ampe rasanya malu bgt dan pengen delete komen itu 😥
    wah bakal seru nih cerita , susah ditebak nih >.< kgt bgt pas tw siwon pacarnya yuri kirain gebetan soo gitu wkwk
    sikap" kyu ny blm keliatan ni 😮
    penasaran beuh ama keterlanjutannyaa
    ditunggu, hwaiting !!!

    Like

  3. sooyoung parah banget ye nyuruh soojin kencan ama Kyuhyun. kenapa sih sooyoung nggak mau kencan ama Kyu? hampir aja acara kencan soojin & kyu gagal karena ada siwon.
    hahh.. sooyoung satu sekolahan ama Kyu? Kyu belum tau ya kalo sooyoung itu adeknya soojin? makin penasaran nih ama part selanjutnya…

    Like

  4. sooyoung bisa banget nyuruh soojin buat gantiin dia ketemu calon tunangannya yah walaupun hampir ketahuan sih gara2 disatu cafe yg sama dan siwonnya clueless gatau apapa mau ngebongkar kalo yg ditemuin kyuhyun itu soojin hahahaha..
    terus jadinya mereka 1 sekolah dong? hahahahha daebak itu karmanya sooyoung soalnya sering boongin soojin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s