Sucks Gift

b04ca7068cc7626ed7896afa61bd8cc2

Sucks Gift

by Blowpie

starring [SJ] Cho Kyuhyun and [SNSD] Choi Sooyoung

“Oh Gosh, Jimmy Choo!”

“Oh? Kyuhyun-ah! Kenapa telat?”

Aku yang baru saja masuk, dan tercengang dengan tema pestanya—Forever Young? Tema kekanakan macam apa itu? Sudah tahu ia sedang berulang tahun ke 28—tersentak kaget oleh panggilan melengkingnya.

“Hai Sooyoung. Lama tak bertemu.” Aku membalas datar sambil berjalan mendekatinya, yang sedang memegang cake ulang tahunnya di tangan kanan dan cocktail di tangan kirinya.

“Kau tetap… Rakus. Shiksin. Dan Changmin.”

“Dan kau tetap tak jelas. Apa hubungannya dengan Changmin?” dia membuat lengkungan ke bawah, sebelum tertawa keras-keras.

“Nih, aku terlambat karena ini.” Kuberikan kotak kado berwarna kuning polkadot ungu dengan pita oranye. Sengaja kupilih kertas kado yang mengkilat, dan warna yang norak abis. Itu bukan kado jika bungkusnya terlalu rapih dan elegan.

Sooyoung menatap kadoku seperti Kau-Habis-Muntah-di-Atas-Kado-Milikku-? Kemudian memandangku sangsi. “Ini hadiah?”

“Bukan. Kotoran sapi.” Aku memutar bola mataku, “Tentu saja hadiah, bodoh.”

Sooyoung mendelik, “Aku tidak bodoh. Dan, ya, aku lebih yakin jika ini kotoran seekor sapi yang habis memakan anggur ungu dengan lahapnya.”

“Terserah. Intinya, selamat ulang tahun, Ahjumma. Semoga umurmu panjang hingga aku bisa memanggilmu Halmeoni.” Harapku sambil lalu. “Aku yakin kau pasti akan tercengang dengan hadiah yang kuberikan.”

Thanks, Gendut. Aku menghargai hadiah kotoran sapi yang kau cari sangat lama hingga terlambat dua jam.” Balas Sooyoung dengan keki.

Aku hanya mengangguk dan melangkahkan kakiku menuju stand makanan ringan di ujung, Minho sudah melambaikan tangannya dari tadi.

♠♠♠

“Hei, ini sudah waktunya sang tuan pesta membuka hadiah. Kita harus ke pusat!” Minho menarik lenganku.

“Minho, apa kau habis belajar bahasa Korea dengan peliharaanmu? Kenapa bahasamu jadi sulit dimengerti begitu?” Aku menggelengkan kepala tak percaya dengan efek dramatis. Meski begitu, aku penasaran dengan reaksi Sooyoung saat membuka hadiahku, jadi, aku akhirnya mengikuti langkah Minho.

Saat kami tiba di tempat pesta (tadi aku dan Minho melanjutkan obrolan di luar ruangan), Sooyoung sudah membuka hampir seluruh kado—hanya tersisa dua kado lagi—dan wajahnya sangat bahagia.

“Wow! Parfum aroma jeruk! Gomawo Yesung Oppa.”

Kulihat Yesung mengangkat jempolnya seraya tersenyum. Dia memang cool, tapi terkadang aneh.

“Nah, kado terakhir, dari… Cho Kyuhyun.” Sooyoung membaca tulisan di atas kadoku. Hah, pura-pura tidak tahu dari siapa.

“Oh Gosh, Jimmy Choo!” seseorang berbisik tidak percaya saat Sooyoung membuka bungkus kadoku. Sama tidak percayanya dengan tatapan Sooyoung kepadaku.

“Kau serius?” Dengan mata yang membulat, Sooyoung mengucapkannya tanpa suara.

Aku mengangkat bahuku. “Tentu saja serius, Sooyoung.” Balasku, pun tanpa suara.

Aku melihat Sooyoung perlahan membuka kotak sepatu itu—masih dengan tatapan tak percaya dan gerakan lamban. Sampai akhirnya, setengah kotak sepatu itu terbuka dan tatapan tak percaya itu bertambah, semakin tak percaya.

“CHO KYUHYUN! KELUAR KAU DARI PESTAKU!!!”

Aku tau ini akan terjadi, karenanya aku sengaja memakai sepatu bertali dan bukannya pentopel mengkilat.

“Selamat ulang tahun, Ahjumma!

Kurasa, Sooyoung sudah tak peduli dengan dress serta heels 5 sentinya, karena dia sudah berada di belakangku dengan mata berapi-api dan mulut yang mengeluarkan sumpah serapah.

“Kan sudah pernah kubilang, jangan berharap banyak dari seorang lelaki!”

.

.

.

Epilog

Tiffany mengambil kotak sepatu Jimmy Choo yang tutupnya baru dibuka setengah oleh Sooyoung. Penasaran apa yang membuat sahabatnya itu tidak membukanya sampai selesai, dan memilih mengejar Kyuhyun dengan marah.

“Obat jerawat?” Sesaat setelah kotak sepatu itu terbuka seutuhnya, Tiffany mengeluarkan sebuah produk—yang wajar di temui di kamar mandi—dari dalam kotak Jimmy Choo.

“Hah?!” Yuri ikut nimbrung, “Obat diet?!” Tambahnya tak percaya saat mengeluarkan botol obat dari dalam kotak sepatu itu.

“Kalau yang ini…” Taeyeon mengeluarkan benda berbungkus plastik, “masker bengkuang…? Disini tertulis: mukamu hitam jadi kuberi masker yang putih.”

“Unnideul, ada kartu ucapannya.”Seohyun mengambil sebuah post it merah. “Katanya: Selamat ulang tahun Cho-Jelek-Keriput-Sooyoung! Ini, kukembalikan semua hadiah yang kau beri padaku tanggal tiga kemarin. Sama-sama, loh!

p.s: Aku ikhlas,kok!”

Seohyun melihat teman-temannya dengan tatapan sedih. Para tamu undangan bahkan sudah tidak sadar bahwa mulut mereka terbuka sempurna.

“Choi Sooyoung, semoga kau kuat, ya.” Yoona membuat harapan—

“Amin.”—yang otomatis di aminkan semua orang.

.

.

.

HAPPY BIRTHDAY MY ULTIMATE BIAS CHOI-PRETTY-SOOYOUNG! KEEP HUMBLE AND CHEERFUL BABE! ♥♥♥ :*

Maaf karena di post tanggal 11, semalem wifi nya sulit diajak kompromi 😥

btw, ada yang sadar typo yang kusengaja?

Advertisements

3 thoughts on “Sucks Gift

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s